Minggu, 09 Agustus 2015

Agustusku



Terima Kasih untuk waktu

Jemari ini menggiringku untuk menuliskan sesuatu tentang apa yang sedang aku rasakan saat ini. Perasaan dimana aku ingin menegaskan bahwa ternyata aku sudah baik-baik saja. Tentang wanita yang selama ini terus membayangiku dengan mencoba bermain nakal dengan ingatan tentang kenangan-kenangan indah yang pernah aku lewati bersamanya. Seseorang yang menjadi alasanku untuk tetap tersenyum. 
Namun akhirnya harus aku relakan semua terlewati tanpa pesan ketika dia memutuskan untuk meninggalkanku demi bahagianya bersama yang lain. Waktu itu begitu terlalu membungkamku dengan penuh kesesakan dalam hati yang harus aku baluti dengan senyum sepanjang hari. Sampai pada akhirnya aku sadar bahwa ini adalah proses pendewasaan diri dengan menerima semua yang terjadi tanpa tawaran untuk membaikan perasaanku waktu itu. Jujur, sampai saat ini perasaan itu tetap ada meskipun sudah berbeda. Dengan menganggapmu bukan siapa-siapa lagi semua kembli seperti semula tanpa dendam.
Sudah selayaknya aku bersyukur dengan melewatinya seperti ini memberikanku tentang dunia baru bahwa pada kenyataanya ada hal yang jauh lebih berarti dari pada terus menerus membiarkan waktu menguras pikiranku tanpa izin yaitu cinta. Ternyata membuka hati untuk cinta membuat aku mengerti arti bersyukur sesungguhnya. Seperti sedang merasakan kegembiraa penuh senyum saat berjalan dengan ditemani rintikan air hujan menari-nari ditengah gemercik lagu hujan. Dan aku dapat berkata  dengan tersenyum “Terima kasih Tuhan untuk waktu itu”.

Tangerang, 17 Juni 2015 02:37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepahaman yang berbeda

Kau pasti sudah mengetahui bagaimana mempertahankan rasa untuk seseorang yang begitu kau cinta, seseorang yang dengan sepenuh hati tak p...