Kamis, 13 Agustus 2015

Hati Tak Pernah Salah



Hati Tak Pernah Salah
Bagaimanapun juga akan ada perasaan yang  kecewa apabila sesuatu yang pernah kita anggap sebagai pengharapan nyatanya tidak pernah menguatkan. Barangkali itulah sebabnya sesorang lebih baik mendiamkan diri dan membetahkan dirinya larut dalam kesendirian untuk beberapa waktu lamanya. Beranggapan kalau orang-orang disekitarnya tak pernah memahami dan mengerti dengan apa yang sedang kamu rasakan namun itu teteplah pilihanmu.
Cobalah sesekali kau pikirkan bahwa tak pernah ada kisah yang sempurna sekalipun kau telah berupaya menyempurnakannya, tetap akan ada hal sekecil apapun itu untuk mencela kesempurnaan yang kamu harapkan. Mendiamkan diri mungkin memang sesuatu kegitan yang cukup menyenagkan bagi beberapa orang yang terlanjur terpatahkan hatinya. Akan tetepi bukankah bisa menerima apa-apa yang sudah terlanjur terjadi lebih menjadikanmu sebagai pribadi yang dewasa. Perihal urusan hati memang sudah menjadi pilihan. Kau tidak bisa menjadikan alasan untuk menyamakan semua kisah kelam yang pernah kau alami dimasa lalumu untuk kau bawa ke masa depanmu, tak adil saja rasanya. Barangkali Tuhan memang sedang memberikanmu kisah yang rumit alasannya adalah untuk dapat kau pahami bahwa sesuatu yang menyenangkan hati adalah untuk bisa menerima kekelaman sebagai pembanding kesenanganmu.  Karena kamu tidak akan pernah bisa merasakan apa itu perasaan bahagia sesungguhnya tanpa pernah kau rasakan kisah yang rumit dan pernah menggagalkan harapmu , yah kekecewaanmulah.
Dan tentangku, biarkanlah juga aku menuruti kata hatiku, aku masihlah seseorang yang tetap memilihmu seseorang masih sangat betah mendiamkanku. Keyakinan hati untuk memilihmu tak pernah salah, yah, hati tak pernah salah barangkali caranya saja yang salah. Aku tak pernah bisa berjanji untuk dapat membahagiakanmu, tapi aku mohon kepadamu untuk tetap memperhatikan dan melihatku bagaimana aku berupaya membuat segalanya tentang mu menjadi lebh baik. Aku tak pernah mempermasalahkan bagaiamana masa lalumu, tapi aku mohon sekali lagi jangan pernah kau bawa masa lalumu kepadaku karena ku juga sudah mempunyai masa lalu sendiri yang mungkin jauh lebih mengecewakanku dan tak kan pernah aku membawanya untukmu atau bahkan mengulanginya denganmu.
Perihal memperjuangkan rasa ini padamu tak perlu aku jelaskan, lakukan saja jika aku kuat. Dan jika pada sampai saatnya nanti aku terlalu lelah namun tidak sama sekali merubahamu dan saat itulah aku berhenti. Berhenti untuk tidak memohonmu lagi kepadaku. Menyesal? Tidak. Karena aku yakin hati tak pernah salah.
            Petrus 14/08/2015

1 komentar:

Kepahaman yang berbeda

Kau pasti sudah mengetahui bagaimana mempertahankan rasa untuk seseorang yang begitu kau cinta, seseorang yang dengan sepenuh hati tak p...