Tetaplah disitu untuk melihatku.
Bukankah kebahagiaan adalah hak setiap orang. Beberapa orang memilih pergi meninggalkan hal yang sudah lama dianggap menjemukan dan mencari sesuatu yang dirasa membahagiakan. Namun tak jarang pula orang-orang memilih tetap membetahkan dirinya karena mereka percaya bahwa akan ada waktunya berbahagia tanpa harus beralih yang baru.
Bagiku kamu adalah alasanku untuk memperjuangkan kebahagiaan, alasanku untuk berani merubah dan menerima segala resiko. Kalah atau menang adalah perihal yang wajar jika konteksnya adalah kesadaran akan berjuang. Namun terlepas dari itu ada hal-hal yang ingin kamu pahami, menyenangkan memang jika kau bisa menerimaku tapi akan menjadi sangat rendahnya diri ini jika penerimaanmu ternyata hanya sebatas iba. Aku berjuang bukan untuk mengemis perasaan padamu tapi aku melakukan ini karena aku ingin kamu benar-benar memahami bahwa aku tulus. Aku mohon jangan kau tukarkan ketulusanku dengan keibaanmu terhadap perjuanganku. Karena jika itu terjadi maka lebih baik aku memilih pergi meninggalkanmu yang tak pernah setulus aku padamu.
Kini kamu mengerti bukan bagaimana aku memperlakukanmu, aku memang bukanlah orang yang pandai merajuk dan merayu tentang asmara. Oleh sebab itu tetaplah disitu untuk menyaksikan bagaimana aku berbuat untuk merebut hatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar