Selasa, 25 Agustus 2015

Memilikimu membuatku berkecukupan



Seperti hari-hari biasanya yang sudah terlewati. Sesekali tak berjemu jika harus melalui rutinitas memulai pagi dengan beberapa tinggalan pesan darimu semalam tadi dan sambuatan salam rindu menyambut hari, darimu. Entahlah, aku selalu terbawa pada tawa yang mencoba menuntunku menerima luka lara pada situasi yang tidak bersahabat. Tetaplah denganku dengan hidupku yang tak sempurna namun aku selalu berusaha membuat kau berbahagia sekuat-kuatku. Barangkali hal inilah yang membuat pengisah cerita cinta mampu bertahan menyelesaikan keinginan akhir ceritanya indah.

Perihal mempertahankan kisah bukanlah perkara mudah. Menyadari bahwa pilihannya adalah hidupnya maka sudah sepantas-pantasnya dua insan harus saling menguatkan bukan malah merasa paling kuat diantaranya. Bisa saja kita terjebak pada hal-hal yang kecil yang seharusnya bisa sangat mudah untuk dikerdilkan tapi berubah menjadi perkara besar jika kita masih terperangkap pada egosentrisme masing-masing, rasa keakuan, kepalingan dan merasa hanya aku yang mengerti dan memahami.
Dan aku masihlah seseorang yang merendahkan hati untuk belajar memahami keadaan tentang kita. Sesekali jika menurutmu aku bersalah maka dekap dan peluklah dalam-dalam diriku dan katakan bahwa aku telah melukai hatimu. Begitulah seharusnya aku berbalik padamu.
Karena bagiku memilikimu, bersamamu dan didekatmu membuatku sudah merasakan berkecukupan. Tak ada hal lain yang bisa aku kuatirkan perihal membahagian hati pada hari demi hari.


Petrus, 26 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepahaman yang berbeda

Kau pasti sudah mengetahui bagaimana mempertahankan rasa untuk seseorang yang begitu kau cinta, seseorang yang dengan sepenuh hati tak p...