Alasannya adalah kamu.
Menarik sekali jika akhirnya kita terbawa oleh kenangan yang
terkesan indah walau didalamnya terbalut luka. Mencoba membaca dan menyimak apa
yang sudah lampau walaupaun terkadang rasa itu datang seakan masih sangat dekat
dengan baru saja membalikan badan untuk pamit pergi, ya perasaan yang sedekat
itu. Namun kenangan tetaplah kenangan yang tak mungkin terulang untuk kedua
kali. Barangkali itulah yang membuat beberapa orang betah berlama-lama
menjalani hidup menyendiri walau dia tau bahwa itu adalah kisah yang sudah lama
pergi.
Buanglah jauh-jauh kenangan yang hanya membuatmu
membuang waktu bahagia dengan sia-sia.
Tak ada gunanya jika kau hanya meratapinya. Percayalah bahwa akan ada bahagia
menyambutmu setelah tangis yang kau tumpahkan untuk orang yang telah melepasmu
dengan naïf. Seperti halnya kau percaya bahwa untuk dapat menikamati indahnya
pelangi kau juga harus bisa menerima hujan lebat yang turun.
Kini, setelah semua yang pernah ku alami dengan masa lalu
yang begitu pilu akhirnya aku melanjutkan hidupku, hidupku yang baru bersama
hari baru. Denganmu, aku mampu menata hati
dengan begitu rapihnya agar dapat kau rasakan bahwa hati ini sengaja aku
persiapkan untukmu, tak pernah ku sisipkan masa laluku bersamamu karena aku
ingin kau melihat bahwa memutuskan untuk hidup bersamamu adalah bukan untuk
saling mengagumi kenangan kita, tapi memutuskan untuk hidup bersamamu adalah
mempersiakan cerita indah untuk masa depan kita.
Yakinilah, bahwa kita berhak bahagia. Perjuangkanlah apa alasan
yang membuatmu bahagia. Memang bukan hal yang mudah melakukan hal itu tapi akan
menjadi jauh lebih sulit jika kita tidak benar-benar memperjuankannya. Adalah
wajar adanya jika satu per satu datang mencoba melemahkanmu, waktu bisa saja
menjadikanmu teman pelemah jika kamu meragu. Aku pernah mengalami hal itu,
namun aku berpikir kembali, bisa saja dia yang bersamaku sekarang mungkin akan
menjadi sebuah cerita dan kenangan saja jika dia juga melihat bahwa aku selemah
itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar