Minggu, 09 Agustus 2015

Alasanku



Alasannya adalah kamu.

Menarik sekali jika akhirnya kita terbawa oleh kenangan yang terkesan indah walau didalamnya terbalut luka. Mencoba membaca dan menyimak apa yang sudah lampau walaupaun terkadang rasa itu datang seakan masih sangat dekat dengan baru saja membalikan badan untuk pamit pergi, ya perasaan yang sedekat itu. Namun kenangan tetaplah kenangan yang tak mungkin terulang untuk kedua kali. Barangkali itulah yang membuat beberapa orang betah berlama-lama menjalani hidup menyendiri walau dia tau bahwa itu adalah kisah yang sudah lama pergi.
Buanglah jauh-jauh kenangan yang hanya membuatmu membuang  waktu bahagia dengan sia-sia. Tak ada gunanya jika kau hanya meratapinya. Percayalah bahwa akan ada bahagia menyambutmu setelah tangis yang kau tumpahkan untuk orang yang telah melepasmu dengan naïf. Seperti halnya kau percaya bahwa untuk dapat menikamati indahnya pelangi kau juga harus bisa menerima hujan lebat yang turun.
Kini, setelah semua yang pernah ku alami dengan masa lalu yang begitu pilu akhirnya aku melanjutkan hidupku, hidupku yang baru bersama hari baru. Denganmu, aku mampu menata hati  dengan begitu rapihnya agar dapat kau rasakan bahwa hati ini sengaja aku persiapkan untukmu, tak pernah ku sisipkan masa laluku bersamamu karena aku ingin kau melihat bahwa memutuskan untuk hidup bersamamu adalah bukan untuk saling mengagumi kenangan kita, tapi memutuskan untuk hidup bersamamu adalah mempersiakan cerita indah untuk masa depan kita.
Yakinilah, bahwa kita berhak bahagia. Perjuangkanlah apa alasan yang membuatmu bahagia. Memang bukan hal yang mudah melakukan hal itu tapi akan menjadi jauh lebih sulit jika kita tidak benar-benar memperjuankannya. Adalah wajar adanya jika satu per satu datang mencoba melemahkanmu, waktu bisa saja menjadikanmu teman pelemah jika kamu meragu. Aku pernah mengalami hal itu, namun aku berpikir kembali, bisa saja dia yang bersamaku sekarang mungkin akan menjadi sebuah cerita dan kenangan saja jika dia juga melihat bahwa aku selemah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepahaman yang berbeda

Kau pasti sudah mengetahui bagaimana mempertahankan rasa untuk seseorang yang begitu kau cinta, seseorang yang dengan sepenuh hati tak p...