Hati Tak
Pernah Salah
Bagaimanapun juga akan
ada perasaan yang kecewa apabila sesuatu
yang pernah kita anggap sebagai pengharapan nyatanya tidak pernah menguatkan. Barangkali
itulah sebabnya sesorang lebih baik mendiamkan diri dan membetahkan dirinya
larut dalam kesendirian untuk beberapa waktu lamanya. Beranggapan kalau
orang-orang disekitarnya tak pernah memahami dan mengerti dengan apa yang
sedang kamu rasakan namun itu teteplah pilihanmu.
Cobalah sesekali
kau pikirkan bahwa tak pernah ada kisah yang sempurna sekalipun kau telah
berupaya menyempurnakannya, tetap akan ada hal sekecil apapun itu untuk mencela
kesempurnaan yang kamu harapkan. Mendiamkan diri mungkin memang sesuatu kegitan
yang cukup menyenagkan bagi beberapa orang yang terlanjur terpatahkan hatinya. Akan
tetepi bukankah bisa menerima apa-apa yang sudah terlanjur terjadi lebih
menjadikanmu sebagai pribadi yang dewasa. Perihal urusan hati memang sudah
menjadi pilihan. Kau tidak bisa menjadikan alasan untuk menyamakan semua kisah
kelam yang pernah kau alami dimasa lalumu untuk kau bawa ke masa depanmu, tak
adil saja rasanya. Barangkali Tuhan memang sedang memberikanmu kisah yang rumit
alasannya adalah untuk dapat kau pahami bahwa sesuatu yang menyenangkan hati
adalah untuk bisa menerima kekelaman sebagai pembanding kesenanganmu. Karena kamu tidak akan pernah bisa merasakan
apa itu perasaan bahagia sesungguhnya tanpa pernah kau rasakan kisah yang rumit
dan pernah menggagalkan harapmu , yah kekecewaanmulah.
Dan tentangku,
biarkanlah juga aku menuruti kata hatiku, aku masihlah seseorang yang tetap
memilihmu seseorang masih sangat betah mendiamkanku. Keyakinan hati untuk
memilihmu tak pernah salah, yah, hati tak pernah salah barangkali caranya saja
yang salah. Aku tak pernah bisa berjanji untuk dapat membahagiakanmu, tapi aku
mohon kepadamu untuk tetap memperhatikan dan melihatku bagaimana aku berupaya membuat
segalanya tentang mu menjadi lebh baik. Aku tak pernah mempermasalahkan
bagaiamana masa lalumu, tapi aku mohon sekali lagi jangan pernah kau bawa masa
lalumu kepadaku karena ku juga sudah mempunyai masa lalu sendiri yang mungkin
jauh lebih mengecewakanku dan tak kan pernah aku membawanya untukmu atau bahkan
mengulanginya denganmu.
Perihal memperjuangkan
rasa ini padamu tak perlu aku jelaskan, lakukan saja jika aku kuat. Dan jika
pada sampai saatnya nanti aku terlalu lelah namun tidak sama sekali merubahamu
dan saat itulah aku berhenti. Berhenti untuk tidak memohonmu lagi kepadaku. Menyesal?
Tidak. Karena aku yakin hati tak pernah salah.
Petrus 14/08/2015
😢
BalasHapus